Selamat menikmati perjalanan kawan

 Aku(yang menulis/membaca tulisan ini) hanya sedang belajar terus baik kepada siapapun(meskipun terlihatnya tidak baik) dan apapun termasuk bulan romadhon ini, adapun bagaimana dia/mereka bagaimanapun terhadapku itu urusan dia/mereka dengan Tuhannya.

Banyak yang terlihat sedang bersama padahal hakikatnya mereka sedang berjalan masing-masing dalam dirinya sendiri.


Ya benar, perjalanan sampai nanti bertemu/kembali pada-Nya secara hakiki.

Orang-orang datang dan pergi, pun(biasanya) selalu berubah-rubah(jika dia mau belajar) tetapi bukan inkonsisten melainkan mereka beradaptasi dari penginderaan, pemikiran, perasaan, dan perilaku(interaksi) untuk melangsungkan kehidupan ini, dengan baik.

Siapapun dan apapun yang datang dan pergi dan mengisi setiap peristiwamu sejatinya hanya untuk menemukan puing-puing dirimu sendiri seutuhnya, pun dalam bulan romadhon ini.

Karena yang mengetahui dirimu adalah dirimu, jika berkelanjutan berusaha mengetahui dan menemukan puing-puing diri sendiri sampai nanti bertemu/kembali pada-Nya maka iapun terus berusaha mengetahui Tuhannya(man arofa nafsahu faqod arofa robahu).

Siapapun dan apapun datang dan pergi, hanya untuk menemukanmu, dirimu, kamu seutuhnya, mungkin bisa disimpulkan bahwa bagian-bagian puing-puing diri kita yg sedang kita pungut kembali berasal dari orang-orang dan peristiwa yang berkaitan itu.

Nilai-nilai kebenaran itu relatif, maka teruslah dan akupun terus belajar menyesuaikan, kebenaran-kebenaran yang bersifat persetiap manusianya ataupun kebenaran umum yang mesti ditelaah lagi, benar kata tanbih/amanat gurunya dari gurunya guruku pangersa Abah Aos, yaitu Abah Sepuh(Syaikh Abdulloh Mubarok qs) bahwa jangan menyalahkan ajaran(tafsiran pribadi yang bodoh ini, bawa ajaran tak mesti dari pemuka agama namun dari manusia berstatus apapun) orang lain.
Meskipun aku(yang menulis/membaca tulisan ini) terkadang tersandung dengan pernyataanku sendiri, tetapi teruslah bangun dan kembali berjalan ya kawan :)

Bahagia-sedih, pertemuan-perpisahan, kebersamaan-keterpisahan, kerinduan-kebencian, keinginan-kecukupan, kelebihan-kekurangan dan lainnya, adalah mesti hadir dalam suasana setiap peristiwanya yang menjadi dialektika untuk keindahan kehidupan itu sendiri.

Hanya ingin mengucapkan terimakasih untuk siapapun kalian dan apapun yang telah, sedang dan akan datang dan pergi, kemudian mengisi suatu peristiwa di kehidupanku baik dalam satu ruang waktu ataupun dalam berbagai ruang dan waktu, baik dalam keadaan disadari ataupun tidak.

Selamat berjalan dan menikmatinya wahai para pejalan :)

Komentar